Namun ia tak mengetahui suara yang ditimbulkan berasal dari mana. Alat yang berada di kantor Stasiun BMKG Sawahan juga tak dapat mencatat lokasi koordinat persisnya.
"Kalau lokasinya sulit dianalisa karena hanya satu alatnya, jadi tidak bisa ditentukan koordinatnya," jelasnya kembali.
Baca Juga: Bandung Berawan, Warga Tak Bisa Saksikan Fenomena Supermoon
Chudori juga belum berani menyebut bila suara tersebut berasal dari pergeseran lempeng atau sesar lokal yang berada di sekitar Tulungagung dan Trenggalek.
"Kalau kita di Pulau Jawa ini termasuk di atas Lempeng Eurasia, tapi patahan atau lokal di Tulungagung kami belum tahu. Karena yang membuat peta sesar dari Badan Geologi Kementerian ESDM," bebernya.
(Fiddy Anggriawan )