“Secara kumulatif, tingkat pertumbuhan penumpang rute internasional selama sepuluh bulan berjalan di tahun 2019 ini mencapai 9,4% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu. Angka ini merupakan angka yang cukup fantastis, membuktikan Bali masih menjadi tujuan rute penerbangan internasional favorit. Sementara untuk rute domestik, hingga bulan Oktober ini pertumbuhan penumpang masih minus, yaitu sebesar 10%,” tambahnya.
Sedangkan untuk kunjungan wisatawan mancanegara, tercatat sebanyak 5.260.015 wisatawan memasuki Pulau Dewata melalui jalur udara. Pada periode pencatatan Januari hingga Oktober 2019 ini, tercatat terdapat pertumbuhan jumlah kedatangan wisatawan mancanegara jika dibandingkan dengan jumlah wisatawan mancanegara pada periode yang sama di tahun 2018 lalu, yaitu sebesar 1,2%, atau tumbuh sebanyak 54.005 jiwa.
Cina masih menduduki peringkat pertama negara penyumbang wisatawan mancanegara terbanyak, yaitu dengan jumlah kunjungan selama sepuluh bulan di tahun 2019 ini sebanyak 1.037.078 jiwa. Menguntit di peringkat kedua adalah Australia, dengan jumlah kunjungan sebanyak 1.025.115 wisatawan, serta dengan jumlah kedatangan wisatawan sebanyak 303.083 jiwa, India masih menempati urutan ketiga.
Menurutnya, ketiga negara tersebut masih menjadi tulang punggung negara penyumbang wisatawan mancanegara terbanyak di Bali, yaitu totalnya kira-kira hampir 2,3 juta wisatawan, atau menyentuh 63% dari total keseluruhan jumlah wisatawan mancanegara yang dilayani.
“Bertambahnya beberapa rute internasional baru di tahun ini menjadi faktor penting dalam pertumbuhan wisatawan mancanegara menuju Bali, di antaranya . Selain itu, beberapa waktu silam kami hadirkan beberapa fasilitas baru yang semakin memberikan kemudahan bagi para pengguna jasa Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Ini lah bukti komitmen kami untuk terus menerus hadirkan pelayanan prima kepada seluruh pengguna jasa bandar udara,” tutup Herry. (cm)
(Fahmi Firdaus )