"Pemberi pesan orang bisa meyakinkan orang. Apalagi si penerima pesan merupakan individu yang rentan secara kejiwaan sehingga mudah menyerapnya," lanjut pria asal Banten ini.
Pesan ini menurut Ma'ruf akan lebih efektif dan masif disebarkan melalui media sosial yang kini digunakan hampir sebagian masyarakat.
"Perlakuan tidak adil dari lingkungan sekitarnya, terutama faktor ekonomi yang diterima penerima pesan juga bisa membuat seseorang bertindak radikal. Maka pengembangan ekonomi umat diharapkan menghilangkan kesenjangan antara ekonomi kuat dan lemah agar harta itu tidak berpusat ke orang kaya saja," terangnya.
Baca Juga : Balita di Senen Tewas Tertimpa Pintu Minimarket
Oleh karenanya menurut Ma'ruf, perlu ada pembangunan ekonomi berbasis kemasyarakatan. Ia menyebutnya sebagai arus baru ekonomi Indonesia, di mana pembangunan ekonomi diawali dari bawah ke atas.
(Angkasa Yudhistira)