KUCHING - Di mana saja anak-anak Indonesia berada, tetaplah anak Indonesia yang memiliki hak untuk mendapat pendidikan layak. Begitu pula anak-anak Indonesia yang berada di perkebunan atau ladang sawit di Negeri Sarawak, Malaysia. Mereka memiliki potensi untuk berhasil dan sukses dalam membangun negerinya nanti.
Hal inilah yang dikatakan dan yang memotivasi Eko Yudi Setiawan, seorang guru asal Indonesia untuk mengabdikan dirinya sebagai tenaga didik bagi anak-anak Indonesia di Sarawak.
"Ikut berperan dan terjun langsung dalam mengasah mutiara-mutiara bangsa untuk dapat 'pulang' menjadi anak-anak generasi penerus yang berhasil merupakan motivasi kami di sini," ujar Eko kepada Okezone, belum lama ini.
Pria asal dari Cirebon, Jawa Barat ini adalah guru di Community Learning Center (CLC) Sebakong Mukah, Sarawak, Malaysia. CLC sendiri adalah institusi pendidikan yang menyediakan akses pelayanan pendidikan dasar (SD) bagi anak-anak pekerja ladang berkewarganegaraan Indonesia yang berada di beberapa wilayah di Malaysia.
Di setiap CLC, ada dua jenis guru. Yakni, Guru Pamong merupakan guru yang diangkat dan digaji oleh perusahaan sawit di mana CLC itu berada. Yang kedua adalah Guru Bina, yakni merupakan guru yang diutus oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) setelah melalui tahapan seleksi di Indonesia.
Eko yang merupakan lulusan dari Universitas Pendidikan Indonesia di Bandung jurusan Pendidikan Akuntansi ini adalah salah seorang dari 23 Guru Bina yang dikirim Kemendikbud dan mendapat tugas di Sarawak, Malaysia.