Tak hanya itu, Ridwan juga menyinggung kabar yang beredar ihwal tiga menteri yang mencoba mengintervensi Golkar demi mempertahankan Airlangga di kursi ketua umum. Ridwan mengaku khawatir cara-cara tersebut akan membuat Golkar terpecah.
"Kalau memaksakan (cara-cara antidemokrasi, red), berarti sama saja dia menghancurkan partai. Orang yang merasa terzalimi akan keluar,” ujarnya.
Seperti diketahui, syarat pendaftaran calon ketua umum Golkar dengan menyertakan dukungan 30 persen dari dewan pimpinan daerah (DPD) pemilik suara. Hal itu pun sempat mendapatkan protes dari para bakal caketum.
(Khafid Mardiyansyah)