Suwandi menegaskan hal inilah yang disebut Komando Strategi Pertanian (Kostra Tani) yang dibentuk Mentan Syahrul Yasin Limpo. Fungsinya yakni baik data, materi penyuluhan, membangun jejaring, bahkan monitoring pemanfaatan alsintan dengan sistem online dilakukan di Kostra Tani sebagai wadah pembangunan pertanian berbasis teknologi 4.0 dari bawah (button up).
"Intinya Kostra Tani ini berfungsi membangun jaringan yang dikendalikan di Konsta Tani, level kecamatan," tegasnya.
Terkait target produksi, Suwandi menekankan bahwan Mentan Syahrul ingin naiknya jangan biasa saja, alias harus ada lompatan besar. Targetnya minimal naik 5 persen.
Bagaimana caranya, lanjut Suwandi, yakni dengan cara kelompok petani masuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan bermitra dengan pelaku usaha. Kesimpulannya setiap hamparan harus muncul wirausaha baru dan orientasinya sudah mulai ke ekspor dengan targetnya harus naik 3 kali lipat.
"Inilah yang kita sebut Kostra Tani sebagai simpul gerakan membangun pertanian di lapangan. Semua bermuara pada simpul di situ baik data, materi penyuluhan, membangun jejaring, bahkan monitoring pemanfaatan alsintan dengan sistem online," jelas Suwandi.
Lebih lanjut Suwandi mengatakan intinya Kostra Tani ini berfungsi membangun jaringan berbasis IT yang dikendalikan di Konsta Tani di level kecamatan.