TANGERANG SELATAN - Seluruh siswa-siswi Sekolah Khusus (SKh) Assalam 01 beberapa pekan terakhir harus menjalani aktivitas belajar-mengajar di tenda darurat yang terpasang di halaman SKh Assalam 02, Ciater, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel).
Sarana dan prasarana di tenda darurat memang tidak senyaman di gedung sekolah sebelumnya. Rasa panas dan ruangan yang terbatas, membuat 84 siswa SKh Assalam 01 harus sabar bergantian mengikuti pelajaran.
SKh Assalam 01 memang harus menumpang di SKh Assalam 02 sejak akhir November 2019 kemarin. Para siswa di antara kedua sekolah itu tak bisa digabung, lantaran Assalam 01 khusus diperuntukkan bagi siswa tunarungu. Sedang Assalam 02 khusus bagi siswa tunagrahita.
Meski dengan kendala itu, para siswa SKh Assalam 01 nampak tak mengendurkan semangat belajarnya. Mereka terlihat ceria dan aktif mana kala sang guru tengah menyampaikan pelajaran dengan metode khusus.
"Mereka tetap semangat ya, cuma itu kita sebagai guru-gurunya kasihan saja dengan kondisi ini. Kalau di tenda kan tahu sendiri, agak panas, sempit, tapi kita selalu hibur mereka. Sejauh ini, semangat mereka tetap terjaga ya," ujar Indri Firmandyah, Bendahara SKh Assalam 01 kepada Okezone, Jumat (6/12/2019).
Okezone coba membaur dengan para siswa SKh Assalam 01 yang bersiap pulang menunggu jemputan keluarga. Karena komunikasi mereka terbatas, tak ada ungkapan apapun yang mereka sampaikan. Kebanyakan hanya melempar senyum kecil dan tertawa.