3. Serangan Harimau di Sumatera Selatan
Penyerangan harimau juga pernah terjadi di Dusun 2 Desa Sungai Jernih, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan. Seorang wanita petani karet tewas mengenaskan diterkam harimau.
Korban bernama Asia Juminten (61) ditemukan tewas mengenaskan di perkebunan karet di Dusun 7 Desa Sungai Jernih. Awalnya almarhumah sempat hilang karena tak kunjung pulang usai menyadap karet pada Senin 17 Juli 2019.
Keluarga yang khawatir akhirnya meminta pertolongan warga untuk melakukan pencarian hingga malam hari. Sekitar pukul 20.15 WIB, warga menemukan korban dalam kondisi meninggal.
Kemudian, kasus serangan harimau juga dialami seorang wisatawan di Kawasan Gunung Dempo Sumatera Selatan. Peristiwa berasal saat seorang wisatawan asal Musi Banyuasin bernama Irfan (19) berada di kawasan perkebunan teh, Gunung Dempo, Pagaralam, Sumatera Selatan, pada Sabtu 17 November 2019.
Saat itu korban bersama lima rekannya sedang berwisata di perkebunan teh Gunung Dempo dengan mendirikan tenda.
"Dua unit tenda yang didirikan di kebun teh kawasan Tugu Rumah porak-poranda. Awalnya seperti ada manusia yang menghantam kaki saya ke tanah. Sesudah 5 menit kemudian ada yang merobek tenda dan langsung terkena kepala saya, saat dilihat harimau tersebut berwarna putih," jelas Irfan.
Usai kejadian tersebut Irfan mengalami luka di pelipis mata dan wajah kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan.
Seakan tiada hentinya, kali ini Harimau Sumatera kembali mengguncangkan warga Desa Bukit Benawa, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan. Seorang petani kopi bernama Yudiansah Harianto (39) tewas mengenaskan usai diserang harimau.
Tubuh korban ditemukan sudah tidak utuh dan hanya menyisakan kaki serta tulang belulang saat ditemukan pada kamis 5 Desember 2019. Proses evakuasi korban cukup sulit karena kondisi medan yang harus menuruni perbukitan dan menempuh satu jam perjalanan.
(Fiddy Anggriawan )