Alat Pendeteksi 2 Harimau Sumatera Terlepas Usai Dilepasliarkan

Banda Haruddin Tanjung, Jurnalis
Senin 09 Desember 2019 23:02 WIB
Bonita, Harimau Sumatera saat dikarantina (Foto: Dokumen BBKSDA Riau)
Share :

PEKANBARU - Alat pendeteksi dua harimau Sumatera dinyatakan lepas oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. Kini dua harimau asal Riau bernama Bonota dan Atan ini sudah tidak bisa lagi diketahui keberadaannya.

"Alat yang dipasang pada dua harimau Sumatera tersebut adalah kalung GPS Collar," kata Kepala BBKSDA Riau, Haryono kepada Okezone, Senin (9/12/2019).

 Baca juga: Usai Diselamatkan Petugas, Sepasang Harimau Sumatera Dilepasliarkan

Bonita dan Atan merupakan harimau yang dilepasliarkan karena konflik manusia dan harimau di Riau. Bonita merupakan harimau yang menyerang manusia di Pelangiran Kabupaten Inhil. Dua orang meninggal dan satu terluka. Diduga kuat penyerangan karena anak harimau Bonita ditangkap pemburu. Kemudian petugas mengamankan harimau Bonita dan dibawa ke pusat rehabilitasi.

 

Tidak lama berselang, harimau Atan juga ditangkap di Kabupaten Inhil tepatnya di Pulau Burung. Harimau berjenis kelamin jantan diamankan petugas karena memasuki perkampungan. Bernasib sama, Atanpun diamankan petugas dan direlokasi ke pusat rehablitasi harimau. Setelah beberapa bulan direhabilitasi, keduanyapun dilepasliarkan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya