Jerit Hati Pengamen Tunanetra soal Kerasnya Ibu Kota

Isty Maulidya, Jurnalis
Sabtu 14 Desember 2019 09:29 WIB
Tempat mangkal Iwang di Tangerang (Foto: Okezone/Isty)
Share :

TANGERANG - Menjadi penyandang disabilitas memang tak mudah. Beberapa fasilitas umum yang tersedia jarang yang ramah disabilitas. Begitu juga yang dirasakan oleh Awang (45), salah satu pengamen tuna netra yang kerap mengamen di kota Tangerang mengungkapkan kesulitannya selama mengamen di keramaian.

"Susahnya gak bisa kemana-mana sendiri. Harus ada yang nemenin. Soalnya akses buat jalan susah" ujarnya.

Akses transportasi pun kerap jadi kendala. Terlebih lagi di jam sibuk kantor seperti pagi dan sore hari. Iwang mengaku hal tersebut memang menjadi kendala paling besar bagi tuna netra seperti dirinya. Meskipun ada petugas yang kerap membantunya, namun berada di tengah keramaian seperti itu membuatnya harus tetap dekat dengan sang istri, jangan sampai terpisah apalagi hilang.

"Kalau naik kereta sih yang berat, awal-awal dulu kesusahan banget. Sekarang sudah mulai terbiasa, petugas kereta juga sering bantu" jelasnya.

Terkait razia oleh petugas, Iwang mengaku bahwa dirinya belum pernah digiring oleh petugas Satpol PP. Dirinya beranggapan, selama tidak mengganggu ketertiban dan mengamen di tempat yang diizinkan maka keberadaannya tidak akan menjadi masalah.

"Razia belum pernah kena sih. Ya jangan sampai lah, lagian kan saya juga ngamennya bukan di tempat yang dilarang" ujarnya.

Keberadaan pengamen tuna netra di keramaian rupanya tidak terlalu dipusingkan oleh warga sekitar, Azizah (20) salah satu warga Kota Tangerang mengungkapkan bahwa hal tersebut bukan suatu gangguan. Keberadaan mereka di tengah masyarakat bukan sesuatu yang mengganggu.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya