Para korban sebagian besar adalah kerabat perempuan Mangudadatu dan jurnalis yang meliput berita tersebut.
Tidak ada kerabat laki-laki Mangudadatu yang ikut dalam konvoi, karena mereka takut akan diserang keluarga Ampatuan. Mangudadatu mengatakan dia tidak berpikir wanita akan diserang.
Dalam persidangan, sekira 80 orang termasuk polisi juga juga telah dinyatakan bersalah atas kasus tersebut.
Komite Perlindungan Melindungi Jurnalis Filipina (CPJ) menggambarkan pembantaian itu merupakan peristiwa yang paling mematikan bagi jurnalis dalam sejarah Filipina.
"Para pengamat berpendapat [bahwa] kekuatan keluarga Ampatuan dan jaringan sekutu serta kontaknya yang luas itu sendiri merupakan ancaman bagi persidangan," kata International Press Institute (IPI).
Menurut IPI, seorang juru bahasa pengadilan berhenti setelah ia diduga diancam oleh para Ampatuan.
Beberapa anggota keluarga almarhum juga dilaporkan mengatakan bahwa ada yang menawarkan mereka uang untuk menarik diri dari kasus ini.
(Rachmat Fahzry)