Prinsip yang diterapkan Risma ditunjang dengan sistem perencanaan yang bagus, juga memastikan semua pembangunan di Surabaya berjalan efektif dan efisien.
”Di Surabaya enggak ada bangun sesuatu, eh begitu sudah jadi, dibongkar lagi, seperti yang lagi ramai di Jakarta. Kalau bangun, lalu bongkar lagi, berarti kan enggak efisien dan enggak efektif. Rakyat dirugikan karena itu kan duit rakyat,” ujarnya.
Berkat prinsip-prinsip yang diterapkan Risma, sambung Ima, pembangunan Kota Surabaya berhasil. Semua indikator menunjukkan progress meyakinkan. Padahal APBD Surabaya ini hampir sembilan kali lipat lebih rendah dibanding APBD DKI Jakarta.
"Tapi di sini pengelolaannya transparan, hasilnya optimal. Karena yang dilakukan bukan pendekatan proyek, tapi pendekatan ekonomis dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan,” pungkasnya.
(Angkasa Yudhistira)