Menolak Dikirim ke Suriah, 10 TKI Telantar di Bandara Dubai

Rasyid Ridho , Jurnalis
Jum'at 27 Desember 2019 14:56 WIB
Ilustrasi
Share :

SERANG - Tiga dari 10 tenaga kerja indonesia asal Provinsi Banten sudah tiga hari terlantar di Bandara Internasional Sharjah, Dubai, Uni Emirat Arab. Mereka terlantar karena menolak dikirim oleh agennya ke negara Suriah.

Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia Provinsi Banten Maftuh Hafi mengatakan, tiga tenaga kerja wanita yang sudah bekerja lima bulan di Dubai tersebut sebagai Pembantu Rumah Tangga. Namun, oleh pihak agen diminta untuk bekerja di negara yang tengah konflik Suriah.

"Mereka ini sudah bekerja di Dubai dua sampai 5 bulan. Mereka akan dijual kembali ke Negara Suriah untuk dipekerjakan, dari agen di Dubai ke Suriah. 10 orang di sana tidak mau diberangkatkan karena mereka tahu itu negara konflik, kemudian lapor ke polisi bandara si agen kabur," ujar Maftuh saat dikonfirmasi. Jumag (27/12/2019).

Dari 10 buruh migran asal Indonesia yang terlantar tiga diantaranya, asal Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang,yakni Eliyanah, Safitry dan Milah warga Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Serang, Banten.

Sedangkan ketujuh korban lainnya bernama Hani Samaniyah, Neneng Sarah, Dais, Wulan, Hany, Ai lilis dan Nasiah. "Selain dari Banten ada juga dari Sukabumi, Cianjur dan Bekasi. Mereka semua semalam masih berada di Bandara," ujar Maftuh.

Guna membantu mereka, SBMI Pusat sudah melakukan kordinasi dengan Kemenlu dan pihajnua juga mengaku sudah berkoordinasi dengan Konsulat Jendral Republik Indonesia di Dubai, UEA untuk segera menolong kesepuluhnya.

"Sekarang sudah ditemui oleh KJRI Dubai. Bahwa sudah ditemui semalam. Ternyata visa mereka sudah habis. sehingga terahan di Bandara," ujarnya.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya