Suka Duka Pasukan Oranye Tangani Banjir, Kedinginan hingga Temukan Mayat Hanyut

Alifa Muthia Diningtyas, Jurnalis
Sabtu 28 Desember 2019 17:32 WIB
Pasukan Oranye sedang membersihkan sampah yang menumpuk (Foto : UPK Badan Air DLH)
Share :

JAKARTA - Beberapa pekan lalu media sosial (medsos) dihebohkan dengan viralnya video yang diduga puluhan Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) tengah direndam ke dalam got.

Peristiwa itu terjadi diduga sebagai salah satu syarat bagi para pegawai untuk melakukan perpanjangan kontrak sebagai honorer K2 dan non-K2 di Pemprov DKI.

Rafli Dwi Muchamat, sudah tiga tahun bergabung sebagai petugas UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Selama tiga tahun itu, ia berjaga di Pos Jembatan Kampung Melayu bersama petugas Sumber Daya Air (SDA) bagian pompa. Banyak hal yang ia lewati selama bertugas baik suka, duka, ataupun hal yang membuatnya mawas diri.

Ia menceritakan, dirinya merasa senang jika bisa memberikan informasi kepada warga agar bisa mengantisipasi apabila terjadi banjir.

“Sukanya sih ya bisa berikan informasi ke warga di bantaran sungai yang rawan banjir. Kalau air mau naik atau ada kiriman dari Depok atau Katulampa jadi bisa antisipasi sebelumnya,” tuturnya kepada Okezone, Kamis 26 Desember 2019.

Pihaknya memang memberikan informasi secara langsung apabila ada kenaikan permukaan air kepada Ketua RT dan RW agar disampaikan ke warga. Tapi dari pihak BPBD dan kelurahan pun sudah ada yang langsung menginfokan juga. Selain itu sejumlah titik rawan banjir pun telah dipasang alarm yang berfungsi sebagai peringatan dini di beberapa permukiman penduduk bantaran kali.

Rafli menceritakan, ia dan teman-temannya juga bekerja sama dengan PPSU, SDA, dan Satgas Binamarga untuk membersihkan saluran air yang mampet dan terjadi genangan.

“Kalau ada genangan di jalan bisa bantu lancarin lalu lintas. Kita kerjain semampu kita bareng PPSU, SDA, dan Satgas Binamarga. Apalagi kalau jam pulang atau berangkat kerja yang tadinya pulang cepet jadi lama di jalan karena banjir,” katanya.

Baca Juga : Sepanjang 2019, Bengkulu Diguncang 787 Kali Gempa

Baca Juga : Siaga Banjir, Pemprov DKI Siapkan 4.000 Satgas dengan Gaji Rp8 Juta/Bulan

Tidak hanya menceritakan suka saja, Rafli pun menceritakan dukanya sebagai petugas UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Ia mengatakan kalau sering menggunakan pakaian basah saat bekerja karena hujan dan tidak bawa baju ganti.

“Dukanya ya, kadang pas malem hujan kita harus bersihkan lokasi yang tergenang. Udah pake jas hujan, seragam masih tetep basah kuyup, nggak bawa salinan (baju ganti) seragam buat ganti. Jadi mau nggak mau dipakai sampai pagi,” terangnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya