DEPOK - Kota Depok merupakan sebuah kotamadya yang baru dibentuk setelah lepas dari Kabupaten Bogor, pada 20 April 1999. Sebelumnya kota yang berjuluk belimbing ini menyandang status Kota Administratif pada tahun 1982. Pada masa penjajahan Belanda, khususnya dimasa VOC, seorang saudagar asal Belanda yang bernama Cornelis Chastelein membeli tanah di Depok untuk merintis pertanian.
Kala itu ia kemudian mendatangkan budak dari luar Jawa seperti Kalimantan, Sulawesi, Timor dan Maluku. Karena sifatnya yang anti-budak, lalu para budak ini diangkat menjadi penggarap tanah pertaniannya dan dianggap keluarga Cornelis dan dikabarkan sang tuan tanah wafat 28 Juni 1714. Akan tetapi pada masa itu pengiriman hasil pertanian memiliki kendala lantaran sulitnya transportasi.
Namun seiring perkembangan zaman, transportasi semakin maju tak hanya untuk mengangkut hasil pertanian, tapi alat transportrasi juga diperlukan manusia untuk berpindah tempat guna berinteraksi dengan manusia lain, sehingga bisa timbul peradaban baru.
Kebetulan pada masa itu, pemerintah kolonial Belanda menunjuk seorang letnan 1 bernama David Maarschalk, dia dipercaya membangun perlintasan kereta sepanjang 58.508 meter sebagai penghubung Batavia (Jakarta) dengan Buitenzorg (Bogor).
Dalam masa pengerjaan perlintasan kereta, sebuah momentum penting datang dan langsung dimanfaatkan oleh gementee (pemerintah) Depok membentuk kerja sama dengan de Nederlansche Indie Staatspoorwegen Maatschappij (NIMS) atau Lembaga Perkereta apian Hindia Belanda. Kesepakatanya setiap kereta yang melintas harus berhenti di Stasiun Depok.
"Poin penting dari kesepatan tersebut adalah, setiap kereta yang melintas harus berhenti di Stasiun Depok, waktu itu lebih mirip halte kereta. Kesepakatan ini dibuat oleh pemerintah Depok demi membangun interaksi Depok dengan dunia luar, karena Depok termasuk daerah terpencil yang terisolasi dari dunia luar," kata sejarawan Yano Jonathans sekaligus penulis buku Depok Tempo Doeloe.
Stasiun Depok sekarang dikenal dengan stasiun Depok Lama atau (Stadela) pada masa itu, dibangun diatas tanah liar dan dikelilingi area persawahan warga. Pada tahun 1873 ketika dibuka fungsinya hanya sebagai halte Depok, lalu ditahun 1881 berubah menjadi stasiun Depok.
"Setelah memulai pembangunan rel pada 1869, akhirnya perlitasan kereta Jakarta-Bogor dibuka untuk umum sekaligus dioprasikanya Kereta Batavia-Buitenzorg pada 31 Januari 1873," jelasnya.
Sementara itu, Stasiun Bogor yang terletak di Kota Bogor dibangun pada tahun 1881 seiring dengan selesainya dibangun lintas Batavia–Buitenzorg sepanjang 59 Km pada tahun 1880. Sedangkan Stasiun Beos (Stasiun Kota) di Batavia dibangun pada tahun 1870.