Menkopolhukam: Patroli di Natuna Ditingkatkan, Kapal Perang Akan Dikerahkan

Avirista Midaada, Jurnalis
Senin 06 Januari 2020 05:01 WIB
Mahfud MD (Foto: Okezone)
Share :

"Untuk menghalau, kita tidak berperang tapi menghalau untuk menjaga daerah kita sendiri," lanjutnya.

Pria asal Sampang ini juga menegaskan meski rentang terjadi konflik, tapi pemerintah memastikan tidak akan mau bernegosiasi mengenai posisi Laut Natuna yang mutlak menjadi wilayah Indonesia dari kesepakatan hukum laut internasional.

"Kita lihat sajalah nanti, pokoknya kita tidak mau negosiasi, kalau dia masuk kita usir," tukasnya.

Sebagai informasi, suhu di Laut Natuna sedang 'hangat', setelah kapal - kapal nelayan asal China memasuki Laut Natuna dengan pengawalan kapal penjaga pantai dan kapal Angkatan Laut China jenis fregat. Kapal - kapal asal China tersebut terdeteksi Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla) memasuki wilayah Indonesia sejak 10 Desember 2019.

Puncaknya pada 23 Desember 2019 lalu puluhan kapal - kapal nelayan China yang dikawal kapal penjaga pantai dan kapal Angkatan Laut China kembali memasuki wilayah Laut Natuna tanpa izin.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya