Setiap satu dari 26 provinsi Kongo telah melaporkan kasus campak sejak wabah diumumkan pada Juni tahun lalu.
"Kami melakukan yang terbaik untuk mengendalikan epidemi ini," kata Dr Matshidiso Moeti, Direktur Regional WHO untuk Afrika.
"Namun agar upaya menekan wabah sukses campak, kita harus memastikan setiap anak divaksin. Kami mendesak mitra donor kami untuk segera meningkatkan bantuan mereka," lanjut dia.
WHO mengatakan, dana USD40 juta (sekira Rp554 juta) diperlukan untuk memperpanjang vaksinasi kepada anak-anak antara enam dan 14 tahun.
Apa itu campak?