Software Buatan Israel Diduga Digunakan dalam Kasus Peretasan Bos Amazon

Rahman Asmardika, Jurnalis
Kamis 23 Januari 2020 11:39 WIB
Jeff Bezos. (Foto: reuters)
Share :

WASHINGTON – Dugaan keterlibatan Putra Mahkota Arab Saudi dalam peretasan ponsel milik bos Amazon dan pemilik Washington Post, Jeff Bezos, mendorong pelapor khusus PBB untuk menyerukan penyelidikan dengan segera.

Dalam sebuah pernyataan, Pelapor Khusus PBB Agnes Callamard dan David Kaye mengatakan bahwa mereka memiliki informasi yang menunjukkan Pangeran Mohammed bin Salman kemungkinan terlibat dalam serangan siber terhadap Bezos pada 2018.

BACA JUGA: Pakar PBB Desak Penyelidikan Dugaan Peretasan Ponsel oleh Putra Mahkota Saudi

Callamard dan Kaye merilis temuan mereka dalam sebuah pernyataan telah melaporkannya kepada Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB.

Mereka tidak mengidentifikasi teknologi spesifik yang mungkin digunakan dalam dugaan peretasan itu, tetapi mengatakan bahwa perangkat lunak (software) yang dibuat oleh perusahaan Israel NSO Group atau pembuat spyware Italia Hacking Team mungkin digunakan.

Foto: Reuters.

NSO membantah teknologinya digunakan dalam dugaan peretasan itu.

"Kami tahu ini karena cara kerja perangkat lunak kami dan teknologi kami tidak dapat digunakan pada nomor telepon Amerika Serikat (AS)," jelas perusahaan itu sebagaimana dilansir Reuters, Kamis (23/1/2020). "Produk kami hanya digunakan untuk menyelidiki teror dan kejahatan serius."

Sementara itu Paolo Lezzi, pimpinan Memento Labs yang melakukan merger dengan Hacking Team tahun lalu belum memberikan komentar mengenai dugaan itu. Namun, dia sebelumnya mengatakan dirinya tidak tahu menahu mengenai operasi-operasi Hacking Team terdahulu.

Kedua pelapor khusus PBB mengatakan mereka mendasarkan desakan penyelidikan mereka atas laporan forensik setebal 17 halaman yang disusun FTI Consulting, sebuah perusahaan konsultan berbasis di Washington, yang menurut salah satu sumber yang mengetahui masalah tersebut, telah ditugaskan oleh Bezos.

BACA JUGA: Mohammed bin Salman Retas Ponsel Orang Terkaya di Dunia, Arab Saudi: Tidak Masuk Akal

Laporan itu menuduh dengan "tingkat kepercayaan menengah hingga tinggi" bahwa iPhone X milik sang miliarder dibajak oleh file video berbahaya yang dikirim dari nomor WhatsApp yang digunakan oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman pada 1 Mei 2018.

Callamard dan Kaye mengatakan bahwa mereka percaya peretasan itu dilakukan “dalam upaya untuk mempengaruhi, atau membungkam, laporan Washington Post terkait Arab Saudi".

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya