Jokowi menginginkan militer Indonesia terus memperkuat penguasaan teknologi pertahanan. Pertama, teknologi otomatisasi yang akan disertai pengembangan sistem senjata yang otonom.
Kedua, teknologi sensor yang akan mengarah ke pengembangan sistem penginderaan jarak jauh. Jokowi mengungkapkan, teknologi tersebut sudah digunakan oleh Indonesia dalam sejumlah operasi.
Baca juga: Jokowi Minta Prabowo Susun Rencana Strategis Kesejahteraan Prajurit
Ketiga, teknologi informasi (TI) seperti 5G dan komputasi kuantum yang akan mengarah ke pengembangan sistem senjata yang otonom serta pertahanan siber.
"Semua ini membutuhkan kebijakan perencanaan pengembangan alutsista yang tepat. Apakah pembelian ini berguna untuk 20, 30, 50 tahun yang akan datang? Harus dihitung semuanya secara detail," jelasnya.
Baca juga: Jokowi: Prabowo ke Luar Negeri Bukan Sekadar Jalan-Jalan
(Hantoro)