BENGKULU - Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Lisyenti Bahar mengatakan, dalam waktu dekat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Yunus Bengkulu, akan memiliki satu ruang isolasi.
Ruang tersebut akan berbentuk kapsul, dengan standar internasional. Ruangan itu akan ditempatkan di depan pintu masuk rumah sakit.
''Mudah-mudahan besok atau lusa ruangan sudah siap,'' kata Lisyenti, saat konferensi pers di RSUD M Yunus Bengkulu, Kamis (30/1/2020).
Selain itu, kata Lisyenti, dari berbagai instansi akan melakukan pemantauan orang di pintu masuk Bandara Fatmawati-Soekarno, Bengkulu dan pelabuhan Pulau Baai Kota Bengkulu.
Hal tersebut, terang Lisyenti, untuk memantau orang yang turun dri pesawat terutama yang berasal dari luar negeri. Begitu juga di pendatang dari luar negeri yang masuk melalui jalur laut di pelabuhan Pulau Baai Kota Bengkulu.
Baca Juga: Pasien Suspect Virus Korona di Bengkulu Tak Alami Gangguan Pernapasan
Untuk di Pelabuhan, terang Lisyenti, dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan menyediakan satu ruangan observasi bagi pendatang asal luar negeri yang suhu badannya tinggi.
Sementara dari pihak bandara, terang Lisyenti, akan memberikan satu kartu kepada penumpang yang datang dari luar negeri. Kartu itu tentang kewaspadaan terhadap orang yang keluar masuk bandara untuk perlu dicurigai.
''Jika pendatang dari luar negeri memiliki suhu badan tinggi, maka akan langsung dibawa ke ruang observasi. Untuk pendatang dari luar negeri melalui bandara akan diberikan kartu tentang kewaspadaan,'' jelas Lisyenti.
(Khafid Mardiyansyah)