JAKARTA - Banjir bandang yang menerjang Kecamatan Ijen, Bondowoso, Jawa Timur, Rabu 29 Januari 2020 mengakibatkan kerusakan mulai dari ratusan rumah milik warga, ternak, rumah ibadah, hingga fasilitas publik.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 214 unit rumah terendam banjir, 6 unit musala rusak, 1 unit plengsengan rusak berat, 3 unit jembatan rusak, 3 unit rumah dinas, dan 2 unit bangunan SD rusak.
Kemudian, 1 unit kantor kecamatan mengalami rusak, merendam 864 ternak mulai dari kambing, sapi, hingga kuda, dan beberapa titik ruas jalan mengalami rusak berat.
Okezone pun merangkum sejumlah fakta dalam bencana banjir bandang Bondowoso:
1. BPBD Bondowoso Siapkan Posko dan Dapur Umum
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso langsung menyiapkan posko dan dapur umum sesaat setelah banjir bandang menerjang wilayahnya.
Kepala BPBD Bondowoso Kukuh Triatmoko mengatakan, warga yang menjadi korban banjir bandang diungsikan ke rumah warga lainnya yang tak terdampak bencana tersebut.
Sedangkan untuk suplai makanan, BNPB bekerja sama dengan instansi terkait menyiapkan dapur umum di sejumlah titik rumah warga yang digunakan untuk mengungsi.
2. BPBD Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir Bandang Bondowoso
BPBD Bondowoso menetapkan status tanggap darurat terhitung sejak 29 Januari hingga 11 Februari 2020 mendatang dalam musibah banjir bandang di Bondowoso.
"BPBD Kabupaten Bondowoso sudah menetapkan SK Tanggap Darurat selama 14 hari terhitung tanggal 29 Januari 2020 sampai 11 Februari 2020," kata Kepala BPBD Kabupaten Bondowoso Kukuh Triatmoko dalam keterangannya, Rabu 29 Januari 2020.