Dari Hewan Virus Korona Gegerkan Dunia, Apa yang Perlu Dilakukan?

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Minggu 02 Februari 2020 16:15 WIB
Foto: Kemlu RI
Share :

JAKARTA - Wabah Virus Korona mengungkap sebuah fakta bahwa hewan liar perlu diwaspadai khususnya dalam hal kesehatan manusia. Faktanya, sejumlah penyakit hewan telah menggegerkan dunia.

Setelah beberapa kali manusia tertular penyakit hewan, memberikan pesan bahwa perlu melakukan sebuah sikap agar tidak kembali muncul sebuah penyakit dari hewan yang mengegerkan dunia.

Direktur Riset Tim Emerging Risks The Royal Institute of International Affairs, Chatham House, Profesor Tim Benton, mengungkap fenomena tersebut. The Royal Institute of International Affairs, adalah lembaga analis kebijakan independen yang bekerja untuk ikut membangun dunia yang berkelanjutan, aman, sejahtera dan berkeadilan.

Menurut Profesor Tim Benton, masyarakat dan pemerintah cenderung untuk memperlakukan penyakit menular baru sebagai krisis terpisah, daripada melihatnya sebagai gejala perubahan dunia.

Baca Juga: Ini Nomor Kontak Kemlu untuk WNI di China yang Butuh Bantuan soal Virus Korona

Semakin banyak manusia mengubah lingkungan, semakin mungkin manusia mengganggu ekosistem dan menyediakan peluang munculnya penyakit baru.

Saat ini hanya sekitar 10% dari patogen dunia yang telah didokumentasikan, maka dibutuhkan lebih banyak sumber daya untuk mengenali sisanya - dan hewan yang membawa mereka.

Misalnya, ada berapa spesies tikus yang hidup di London dan penyakit apa yang dibawanya?

Penduduk kota umumnya menghargai hewan liar yang ada di kota mereka, tapi potensi penyakit juga harus dikenali.

Meningkatkan kebersihan, pengelolaan sampah dan pengendalian hama merupakan cara untuk mencegah kemunculan dan penyebaran wabah.

Lebih jauh lagi, sudah waktunya mengubah cara kita memperlakukan lingkungan dan pola hubungan kita dengan alam sekitar.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya