JAKARTA - Juru Bicara Presiden RI, Fadjroel Rachman memastikan pemerintah Indonesia terus memantau kondisi kesehatan tujuh orang yang enggan dievakuasi dari Hubei, China, pasca mewabahnya virus korona.
"Mereka bertujuh akan terus dipantau dan berhubungan dengan KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia, red)," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (5/2/2020).
Baca Juga: Pemerintah Bahas Opsi Penanganan WNI Positif Virus Korona di Singapura
Fadjroel menjelaskan, empat orang yang tidak dievakuasi ke Indonesia karena yang bersangkutan tidak ingin meninggalkan China atas kehendaknya sendiri. Sedangkan tiga lainnya tak lolos tes kesehatan sesesuai ketentuan yang berlaku.
"Jadi jumlah (yang dievakuasi) 238, ditambah empat yang nggak bersedia pulang, ditambah tiga yang nggak lolos screening protokol WHO, jumlahnya 245, ditambah 42 orang yang menjadi tim penjemput," terang dia.
Kekinian, 238 warga negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari China telah berada di Kepulauan Natuna, Riau, untuk menjalani observasi selama 14 hari. Itu dilakukan untuk memastikan tak ada yang terjangkit virus korona.
Fadjroel memastikan pemerintah Indonesia terus memerhatikan kondisi WNI yang berada di Natuna maupun yang masih tinggal di China. "Tak ada seorang pun akan ditinggalkan. Kami akan terus memperhatikan baik yang sekarang sudah ada di Indonesia, maupun yang ada di Provinsi Hubei," tutupnya.
Baca Juga: Istana Tegaskan Tak Reaksi Berlebihan soal Virus Korona
(Fiddy Anggriawan )