Terapkan Pro Paktani, Jabar Tingkatkan Produksi Pangan dan Ekspor

Wilda Fajriah, Jurnalis
Jum'at 07 Februari 2020 15:48 WIB
dok: Kementan RI
Share :

Suwandi menjelaskan, model ini bukan bentukan kelembagaan baru, tapi meng-upgrade dari kelembagaan petani yang sudah ada, intinya petani bisa naik kelas. Seluruh kebutuhan input petani dikoordinasikan satu pintu korporasi, demikian juga dalam hal akses modal, teknologi, kemitraan dan pasarnya. Harapannya akan memotong rantai pasok dan terwujud efisiensi pada berbagai tahapan usahatani.

Koordinator Tim Supervisi di wilayah Jawa Barat ini juga menginginkan Jabar menjadi salah satu show window program Propaktani. Seperti di Indramayu yang terkenal sebagai kabupaten terluas penyumbang produksi padi di Jabar, arahnya bisa diterapkan sebagai role model ProPaktani.

“Tentu kita kawal terus program ini. Kita fasilitasi sarananya dan permudah akses pembiayaannya. Jadi tidak bertumpu pada anggaran Kementan saja tapi memanfaatkan sumber pembiayaan lain, seperti halnya dengan KUR,” tandasnya.

Sesuai arahan Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL), kedepannya pengembangan pertanian tidak hanya target pencapaian produksi saja, namun juga bagaimana bisa hilirisasi dan mencapai ekspor tiga kali lipat.

Menurut Suwandi Jabar ini sangat potensial untuk dikembangkan sebagai basis produsen ekspor. “Contohnya pengembangan beras khusus, beras tarabas sekelas japonika beras organik, beras merah, beras hitam, itu kan semua ada di Jabar. Jadi kita kembangkan kawasannya, kita perluas ekspornya. Saya optimis kalau kita bergerak bersama pasti bisa terwujud. Yang terpenting dari program ini adalah bagaimana intensif pengawalan. Kostratani dan kostrada sebagai simpul pusat gerakkan terus mengawal kegiatan ini,” pungkas Suwandi.

Sementara itu, Desi, penyuluh dari Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut pun menyatakan kesiapannya mengawal program propaktani tersebut.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya