WHO Tepis Anggapan Indonesia Tidak Bisa Deteksi Virus Korona

Wahyu Muntinanto, Jurnalis
Selasa 11 Februari 2020 20:52 WIB
Perwakilan WHO di Indonesia, Dr. N. Paranietharan. (Foto: Okezone.com/Wahyu M)
Share :

DEPOK - Adanya anggapan sejumlah ahli yang khawatir virus korona dari Wuhan tidak mampu dideteksi tim medis Indonesia langsung ditepis oleh perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia atau (WHO)

Perwakilan WHO untuk Indonesia, Dr. N. Paranietharan mengatakan, tidak adanya kasus virus korona di Indonesia karena persiapan yang mumpuni sejak awal.

"Indonesia terbukti sudah siap merespons (virus corona) sejak awal. Dan bersyukur sampai sekarang di Indonesia belum ada kasus. Itu artinya kami percaya dan yakin bahwa kapasitas medis di Indonesia siap menangani, dari rumah sakit hingga deteksi virus itu," kata Paranietharan pada Seminar di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), di Depok, Selasa (11/2/2020).

WHO mengaku memiliki perhatian lebih pada kasus virus korona yang angkanya terus bertambah. Saat ini virus telah menyebar ke-26 negara, korban tewas mencapai 1.018 jiwa.

Untuk itu, WHO meminta kepada seluruh negara di dunia untuk siap merespons dan melakukan edukasi kepada warganya, agar virus korona tidak menyebar ke masyarakat.

"Kami memiliki perhatian lebih pada kasus virus korona yang angkanya terus bertambah, dan kami berharap agar vaksin serta obat antivirusnya bisa segera ditemukan. WHO memperhatikan dan konsentrasi pada semua kasus yang terjadi secara global. Ini kesehatan masyarakat dunia, kita juga khawatir," ujarnya.

Sebelumnya diwartakan, tidak ditemukanya kasus virus korona di Indonesia, membuat ahli epidemiologi Marc Lipsitch dari Harvard TH Chan School of Public Health khawatir bahwa penyebaran virus tidak terdeteksi. Jika hal tersebut benar adanya, maka ada potensi epidemi lebih besar dari yang saat ini terjadi.

"Indonesia melaporkan nol kasus, tapi mungkin sebenarnya sudah ada beberapa kasus yang tak terdeteksi," ujarnya dalam studi terbaru yang diunggah di medRxiv.

"Sementara Thailand melaporkan 25 kasus, saya pikir sebenarnya lebih banyak dari itu," imbuhnya seperti dilansir VoA News, Jumat 7 Februari 2020.

(Qur'anul Hidayat)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya