Artikel itu menyebut tanggapan awal pihak berwenang "rahasia dan mementingkan diri sendiri" dan mengatakan kepercayaan dunia terhadap China telah "terguncang".
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang mengatakan artikel itu "rasis" dan "merendahkan" upaya China untuk memerangi wabah yang telah menewaskan lebih dari 2.000 orang di negara itu.
"Orang-orang China tidak menyambut media yang mempublikasikan pernyataan rasis dan menyerang China dengan jahat," kata Geng, tanpa menyebut wartawan yang diusir.
Laporan Wall Street Journal, ketiga wartawan yang diusir adalah dua warga AS Josh Chin, wakil kepala biro, dan Chao Deng, serta warga negara Australia Philip Wen.
(Rachmat Fahzry)