Pemerintah Berinisiatif Evakuasi WNI di Kapal Diamond Princess

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis
Kamis 20 Februari 2020 11:47 WIB
Foto: China Daily
Share :

JAKARTA - Menko PMK Muhadjir Effendi menggelar rapat koordinasi tingkat untuk menindaklanjuti penanganan WNI dari kapal Diamond Princess Jepang dan langkah antisipasi masuknya virus korona Covid-19 di Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (20/2/2020).

"Rapat koordinasi membicarakan atau membahas rencana evakuasi kapal Diamond Princess yang sekarang ada di Yokohama Jepang," kata Muhadjir.

Ia menjelaskan bahwa sebanyak 74 WNI berada di kapal pesiar tersebut. Pemerintah, lanjut dia, akan berinisiatif untuk segera mengevakuasi para WNI tersebut.

"Ada beberapa pilihan, opsi, dan opsinya masih akan kita konsultasikan pada Bapak Presiden nanti akan menunggu keputusan Presiden," ujarnya.

Muhadjir menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen kuat untuk segera mengevakuasi 74 WNI yang berada di kapal Diamond Princess.

Baca Juga: 4 WNI di Kapal Pesiar Diamond Princess Positif Virus Korona

Menurut dia, opsi pertama yang akan dilakukan pemerintah yakni menjemput para WNI tersebut dengan KRI Soeharso. Kapal tersebut berjenis kapal bantu rumah sakit.

"Kita hitung berapa kemungkinan kelemahan dan keuntungannya," imbuhnya.

Sementara, lanjut dia, opsi kedua yang dibahas pemerintah yakni menjemput WNI tersebut dengan moda transportasi pesawat udara. "Tapi secara detail belum bisa saya sampaikan nanti haus sampaikan dulu ke Bapak Presiden," tutur dia.

Seperti diketahui, empat WNI di kapal pesiar Princess Diamond diketahui positif terinfeksi virus korona.

"Kami mendapat informasi, ada confirm empat warga negara kita yang terinfeksi corona di Diamond Princess," kata Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Judha Nugraha.

Menurutnya, keempat WNI yang terinfeksi tengah dirawat di dua rumah sakit yang berbeda. Rumah sakit tersebut terletak di Chiba dan Tokyo, Jepang.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya