Ekspor-Impor di Sulut Belum Terpengaruh Virus Korona

Subhan Sabu, Jurnalis
Kamis 20 Februari 2020 17:04 WIB
Kadisperindag Sulut Edwin Kindagen (Okezone.com/Subhan)
Share :

Pada 2019, Sulut mengekspor tepung ke China sebanyak 1,667,566.29 Kg yang nilainya mencapai USD2,033,482.79. Kemudian semen 250,863,423.00 Kg dengan nilai USD9,045,660.80, biji pala 78,004.00 Kg dengan nilai USD357,621.20, dan lobster sebanyak 386.25 Kg dengan nilai USD4,171.09.

"Januari 2020, Sulut masih mengekspor produk turunan kelapa yakni santan beku ke China sebanyak dua kontainer," lanjut Darwin

Santan beku yang diekspor ke China dengan volume 48 ton mampu menghasilkan devisa 35.800 dolar AS. Angka ini berdasarkan pada data kegiatan ekspor ini sebagaimana tertera dalam Surat keterangan Asal (SKA) yang diterbitkan Disperindag Sulut.

Satu tahun terakhir ini permintaan santan beku dari China ke Sulut semakin tinggi, meski awalnya sempat terhenti akan tetapi pada tahun 2019 kembali berjalan.

Ia mengharapkan ekspor santan beku makin meningkat. Tidak hanya ke China, namun juga ke negara lain dan hal ini akan menambah kuantitas produksi produk turunan kelapa.

"Untuk sementara karena panik buying aja jadi pemerintah menahan untuk melihat reaksinya apakah berdampak pada ekspor atau manusianya atau barang-barang tertentu," pungkas Darwin

(Salman Mardira)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya