"Ini adalah wilayah negara penerima tamu Allah, dengan berbagai pertimbangan secara komprehensif untuk keamanan seluruh jamaah," imbuh Khofifah.
Pihaknya menambahkan, perlindungan itu dirasa penting, dan itu pasti sudah dengan pertimbangan yang komprehensif dan strategis.
"Kalau semisal ada virus tertentu, itu kita kan diminta untuk suntik gitu. Format seperti itu kan sudah menjadi satu keputusan worldwide atau internasional. Tapi gini itu kewenangan masing-masing otoritas negara. Saya gubernur jangan disuruh mengomentari rek. Memang benar Indonesia jamaah terbesar salah satunya Jatim, tapi itu kewenangan pemerintah Arab Saudi," pungkas Khofifah.
(Khafid Mardiyansyah)