Alat Deteksi Gempa di Gunungkidul Ditambah, Bakal Dipasang di Panggang

Agregasi Harian Jogja, Jurnalis
Senin 02 Maret 2020 01:02 WIB
Ilustrasi. (Foto: Okezone.com)
Share :

Menurut dia, alat ini berfungsi mengetahui titik dan kekuatan aktivitas kegempaan. Edy mencontohkan, alat yang terpasang di Kantor BPBD terdiri dari dua komponen. Satu unit dipasang di halaman BPBD, yang tersambung dengan satu unit alat yang terdiri dari perangkat elektronik lengkap dengan monitor kecil, terpasang di ruangan kerja kepala pelaksana BPBD.

“Alat ini semua saling terkoneksi dan datanya langsung terekam oleh BMKG, tapi kami juga bisa melihat berapa kekuatan gempa yang terjadi lewat monitor yang terpasang,” katanya.

Untuk antisipasi kebecanaan, BPBD Gunungkidul terus menyosialisasikan antisipasi bencana melalui program mitigasi, salah satunya dengan memperluas jaringan desa tangguh bencana. “Upaya mitigasi ini sangat penting agar dampak bencana bisa ditekan sekecil mungkin,” ujarnya.

Disinggung mengenai keberadaan early warning system (EWS) atau alat deteksi dini bencana baik longsor dan tsunami, Edy tidak menampik banyak alat yang rusak. Ia mencontohkan untuk EWS longsor terdapat di 30 titik, namun dari jumlah tersebut hanya tiga yang berfungsi.

Hal yang sama juga terjadi pada EWS tsunami. Dari delapan alat yang terpasang di kawasan pantai, hanya satu yang masih bisa berfungsi. “Alat di Pantai Baron yang masih bisa berbunyi sirinenya. Kami sebenarnya sudah meminta pengganti ke BNPB, tapi belum ada tindak lanjut hingga sekarang,” ucapnya.

(Qur'anul Hidayat)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya