“Karena kita melihat pembalap cuma kurang lebih 60 tapi pebalap itu bawa mekanik. Mekanik itu banyak orang , ratusan orang. Kita enggak tahu dia kena (corona) atau engganya. Amannya (Formula E) Jakarta, Indonesia, itu harus dihentikan dulu,” ujarnya.
Ia menilai, rentang waktu hingga bulan Juni 2020 ini memang sudah dekat, sehingga ketimbang mengurus Formula E lebih baik Pemprov DKI agar fokus pada penanganan korona.
“Kalau bicara masalah bulan Juni itu kan dekat sekali. Kita baru kedapatan corona baru dua hari ini kan. Senin- Selasa kita baru terindikasi ada Corona di Indonesia khususnya di Jakarta sampai ke Depok. Yang kaya ginilah yang kita harus bisa koreksi,” ujarnya.
Sepertik diketahui, dua orang warga Depok, Jawa Barat dipastikan terinfeksi virus korona. Keduanya kini diisolasi ddi Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso, Jakarta Utara.
Mereka diduga tertular penyakit ini setelah berinteraksi dengan warga Jepang yang sedang berkunjung ke Indonesia.
(Khafid Mardiyansyah)