KLATEN – Erupsi Gunung Merapi pada pukul 05.22 WIB tadi menimbulkan semburan abu vulkanis. Sejumlah daerah pun terdampak. Sebagaimana terjadi di wilayah Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Hujan abu vulkanis mengguyur sekira pukul 07.30 WIB.
Guyuran hujan abu tipis berlangsung sekira satu jam. Seperti terlihat di sepanjang Jalan Raya Klaten–Boyolali, Kecamatan Tulung. Sejumlah warga yang tinggal di tepi jalan tersebut tampak membersihkan abu erupsi Merapi yang menempel di halaman rumah serta kantor mereka.
Baca juga: Ganjar Pranowo Pastikan Tak Ada Pengungsi Imbas Erupsi Merapi
"Sejak saya bertugas di sini selama tiga tahun terakhir baru kali ini ada hujan abu. Tadi mulai sekitar pukul 07.30 WIB sudah ada hujan abu dan reda itu sekitar pukul 08.30 WIB," ungkap Hari (30), petugas keamanan sebuah koperasi di tepi Jalan Raya Klaten–Boyolali, Desa Sorogaten, Kecamatan Tulung, Selasa (3/3/2020), dikutip dari Solopos.
Sementara warga bernama Murini (58) juga mengatakan abu vulkanis baru kali ini mengguyur wilayah Kecamatan Tulung sejak status Merapi masuk Waspada (Level II) pada Mei 2018.
"Dulu pernah hujan abu dan tebal saat erupsi 2010," kata warga Sorogaten tersebut.
Hujan abu vulkanis justru tidak terlalu dirasakan warga di lereng Merapi. Sukiman, salah satu warga Deles, Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Klaten, yang berada di kaki Gunung Merapi, mengungkapkan tidak ada hujan abu di wilayahnya.
"Kolom erupsi membumbung tinggi dan terbawa angin menjauh dari wilayah kami sehingga tidak ada hujan abu," kata Sukiman.
Baca juga: Bukan Tontonan, Warga Diimbau Tak Datangi Lokasi Terdampak Erupsi Gunung Merapi
Terkait kondisi ketika erupsi terjadi, Sukiman menjelaskan warga tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa setelah erupsi mereda.
Tenangnya warga saat erupsi terjadi ditunjukkan Sukiman dengan mengirim foto yang menggambarkan warga berkumpul di jalan kampung dan menonton bareng kolom erupsi yang membumbung tinggi.