Pemkab Pangandaran Minta Warga Tak Takut Periksakan Diri Jika Ada Gejala Korona

Syamsul Maarif, Jurnalis
Selasa 03 Maret 2020 11:21 WIB
Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)
Share :

Sementara, ketersediaan masker di sejumlah apotek di Kabupaten Pangandaran, mengalami kekosongan stok. Kondisi tersebut diduga imbas dari isu wabah virus corona yang saat ini menjadi hal menakutkan.

Robi warga Kecamatan Pangandaran membenarkan sulitnya memperoleh masker di Kecamatan Pangandaran. "Saya sudah mencari masker dibeberapa apotek dan mini market namun kehabisan stok," kata Robi.

Salah seorang pegawai apotek di Kecamatan Pangandaran Yuli menyebutkan, kelangkaan masker sudah terjadi sekitar tiga pekan terakhir atau semenjak ramainya isu virus corona.

"Bukan hanya langka, tapi harga masker tersebut pun mengalami kenaikan yang asalnya dijual harga Rp45.000 menjadi Rp100.000 hingga Rp200.000 per box yang berisi 100 buah masker,” terang Yuli.

Kelangkaan tersebut terjadi, kata Yuli, karena barang yang dipasok sejumlah agen dan distributor kehabisan jatah dari pabrik. "Pernah ada masyarakat yang membeli borongan, namun untuk dikirim kemananya saya tidak tahu," ucapnya.

Kendati harga masker melambung tinggi, kata dia, bukan berarti pihaknya mendapat untung besar. Karena modal untuk membeli juga harus besar.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya