"Kamu ambil contoh saja seperti ini, ini salah satu merek kamu sidak. ini harganya Rp300 ribu dijual ke masyarakat, padahal ini sebenarnya beredar cuma sekitar R29 ribu kalau hari-hari biasa," ujar Yusri.
Baca juga: Kemenkes: Tidak Semua Orang dalam Pemantauan Virus Korona Itu Sakit
Selain sidak harga, Yusri menyebut pihaknya juga mendalami peredaran masker yang tidak sesuai dengan standar kesehatan di Indonesia.
"Ini contoh satu merek, tapi ada berbagai merek memang, dan juga ada indikasi (tak sesuai standar). Akan kita coba selidiki lagi apakah memang ada izin standar di sini (atau tidak)," ucapnya.
(Qur'anul Hidayat)