KUPANG - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof Dr WZ Johanes Kupang dinilai siap melayani dan merawat pasien korona, jika ada warga di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terinveksi virus Covid-19 itu.
"Karena itu masyarakat diminta tak panik termakan isu hoaks yang beredar di media sosial dan whatsApp group," kata Anggota Komisi V yang membidangi Kesehatan DPRD Provinsi NTT dr Christian Widodo di Kupang, Rabu (4/3/2020).
Dia mengatakan hal itu untuk memberi ketenangan kepada masyarakat pasca-beredar informasi tentang dua warga Kota Kupang yang diperiksa di rumah sakit tersebut, Selasa 3 Maret kemarin.
Menurut politikus yang adalah seorang dokter itu, dua orang pasien tersebut hanya meminta pihak rumah sakit memantau kesehatannya karena baru saja kembali dari luar negeri.
"Jadi bukan suspect. Dua orang itu hanya dipantau kesehatannya. Mereka meminta diperiksa karena baru pulang dari luar negeri," kata Christian.
Baca Juga: Virus Korona Rusak Tatanan Ekonomi, Presiden Jokowi Minta Pejabat Bikin Terobosan
Dia menjelaskan, secara teknis ada tahapan yang dilakukan paramedis dalam menangani pasien diduga korona. Tahapan itu yang dilakukan pihak rumah sakit.
Karenanya dia meminta masyarakat untuk tidak menyebar informasi berlebihan yang akan membikin panik warga lainnya.
Terkait kesiapan fasilitas medis dan sumber daya medis di rumah sakit rujukan masyarakat wilayah kepulauan itu, dokter Christian mengatakan sudah sangat siap.
Rumah sakit itu kata dia telah memiliki fasilitas ruangan isolasi dengan sejumlah peralatan yang bisa dipakai untuk merawat pasien korona. Meskipun masih sangat terbatas fasilitas tempat tudur, namun sudah sangat siap.
Sedangkan untuk paramedis, kata dia juga sudah tersedia dengan adanya dokter spesialis penyakit dalam, spesialis paru dan Patologi Klinik. "Jadi saya kira fasilitas sudah sangat tersedia dan paramedisnya," kata Chriatian.
Dengan kondisi itu, sekali lagi politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu mengimbau maayarakat NTT agar tak panik. Kendati begitu dia mengimbau warga untuk tetap waspada.
Masyarakat terus didorong untum menjaga kesehatan diri dengan mencuci tangan dan menerapkan poma hidup sehat agar imunitas atau kekebalan tubuh terus terjaga.
Karena secara klinis, virus korona akan sembuh sendiri jika kekebalan tubuh seseorang terjaga. Jenis penyakit ini katanya tak berdampak serius karena tingkat kematiannya hanya 2 persen.
Menjawab alkohol bisa menyebuhkan korona, dokter Chirstian mengiyakan. Namun tidak dengan cara diminum. Karena ada standar ukurannya. "Harus rata-rata 70 persen alkohol. Nah minuman keras lokal (arak) kan tidak tau ukuran alkoholnya," katanya.
(Khafid Mardiyansyah)