WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mengumumkan pembatasan perjalanan baru terhadap negara-negara Eropa dalam upaya untuk memerangi penyebaran virus korona (COVID-19).
Dalam pidato yang disiarkan televisi pada Rabu (11/3/2020), Trump mengatakan bahwa semua perjalanan dari Eropa akan dihentikan selama 30 hari ke depan. Namun, dia mengatakan pembatasan yang "kuat tapi perlu" itu tidak akan berlaku untuk Inggris, di mana terdapat 460 kasus infeksi COVID-19 telah dikonfirmasi.
"Untuk mencegah kasus-kasus baru memasuki pantai kami (AS), kami akan menangguhkan semua perjalanan dari Eropa ke Amerika Serikat," kata Trump sebagaimana dilansir BBC, Kamis (12/3/2020).
"Aturan baru akan mulai berlaku Jumat tengah malam," tambahnya.
Menurut laporan terbaru, sebanyak 1.135 kasus COVID-19 telah dikonfirmasi di seluruh AS, dengan 38 korban meninggal.
Para pejabat mengatakan risiko infeksi rendah bagi masyarakat umum AS, tetapi kekhawatiran semakin dalam setelah sejumlah kasus baru dikonfirmasi awal bulan ini.
Upaya pencegahan penyebaran virus itu telah dimulai dengan sungguh-sungguh, salah satunya dengan pengerahan pasukan Garda Nasional ke New Rochelle, tepat di utara Kota New York, di mana satu wabah diyakini berasal.
Garda Nasional akan mengirimkan makanan kepada beberapa individu yang telah diperintahkan untuk melakukan isolasi di sana.
Gubernur negara bagian Washington telah melarang pertemuan besar di beberapa negara. Negara bagian itu merupakan titik fokus wabah di AS, dengan 24 dari total kematian di seluruh negeri terjadi Washington.
(Rahman Asmardika)