KUALA LUMPUR - Pihak berwenang Malaysia melacak sekitar 5.000 warga yang diyakini berpotensi terkena virus korona atau Covid-19 saat menghadiri acara keagamaan di pinggiran kota Kuala Lumpur.
Kementerian Kesehatan Malaysia mengatakan pelacakan dimulai setelah Brunei Darussalam melaporkan kasus pertama infeksi Covid-19 pada Selasa. Pasien merupakan seorang pria berusia 53 tahun yang menghadiri acara yang sama di sebuah masjid antara 27 Februari dan 1 Maret.
"Berdasarkan informasi awal, acara keagamaan itu melibatkan sekitar 10.000 orang, terdiri dari beberapa negara termasuk Malaysia," kata Sekretaris Jenderal Kemenkes Malaysia, Tuan Noor Hisham Abdullah mengutip Reuters, Kamis (12/3/2020).
"Kementerian Kesehatan mendesak semua yang menghadiri acara tersebut untuk bekerja sama dengan pejabat kesehatan untuk memastikan Covid-19 tidak terus menyebar di antara mereka," lanjut dia.
Baca juga: Tangkal Wabah Covid-19, Trump Hentikan Semua Perjalanan dari Eropa ke AS