Khawatir Serangan Iran, AS Akan Boyong Sistem Pertahanan Rudal ke Irak

Rahman Asmardika, Jurnalis
Kamis 12 Maret 2020 15:30 WIB
Foto: Reuters.
Share :

WASHINGTON - Komando Sentral Militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan akan mengerahkan sistem pertahanan rudal di Irak karena kekhawatiran akan serangan balasan lebih lanjut dari Iran.

Fasilitas militer di Irak telah beberapa kali mendapat serangan menyusul pembunuhan terhadap Mayor Jenderal Iran Qassem Soleimani, yang diperintahkan Presiden Donald Trump di awal tahun.

"Kami juga dalam proses membawa sistem pertahanan udara, sistem pertahanan rudal balistik, ke Irak khususnya, untuk melindungi diri terhadap kemungkinan serangan Iran lainnya,” kata Kepala CENTCOM, Jenderal Marinir AS Kenneth McKenzie dalam dengar pendapat Komite Angkatan Bersenjata DPR sebagaimana dilansir Middle East Monitor, Kamis (12/3/2020).

Pada 8 Januari, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) Iran melakukan serangkaian serangan rudal balistik terhadap pangkalan militer Ain Al-Assad yang menampung sebagian besar pasukan AS di Irak dan pangkalan AS lainnya di wilayah Kurdistan Irak utara. Ini terjadi beberapa hari setelah AS menargetkan Soleimani dalam serangan pesawat tak berawak di dekat bandara Baghdad.

Sejak serangan rudal Iran itu, AS telah bernegosiasi dengan Baghdad untuk membawa sistem pertahanan udara, seperti Patriot, ke negara itu. Menurut Stars and Stripes, para pejabat Pentagon telah mengutip gejolak dalam pemerintahan Irak dan tantangan logistik sebagai alasan belum tercapainya langkah tersebut.

Parlemen AS tidak meminta McKenzie menguraikan lebih lanjut tentang langkah itu dan dia tidak memberikan informasi spesifik tentang kapan atau di mana sistem rudal tersebut akan ditempatkan di Irak.

Namun, menurut Pimpinan Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Angkatan Darat Mark Milley, bahkan jika senjata seperti itu hadir pada saat serangan Iran, mereka tidak akan menjamin pangkalan terlindungi

"Itulah yang mereka dirancang untuk lakukan. Tentu saja tidak bisa mengatakan dengan pasti (sistem pertahanan rudal akan berhasil)".

Sistem pertahanan Patriot, terutama, gagal melindungi fasilitas minyak Arab Saudi dalam serangan pada 14 September 2019 yang diklaim oleh kelompok Houthi di Yaman. Arab Saudi dan AS menyalahkan Iran atas serangan itu.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya