PALEMBANG - Ahmad Febrianto (22), Rendi (19) dan Ihsan (19) tiga pelaku penjambretan dicokok oleh polisi dari Subdit III Jatanras Polda Sumatera Selatan (Sumsel) saat sedang berada di salah satu penginapan Alang-alang Lebar Palembang.
Saat beraksi, komplotan ini membuat kegaduhan di media sosial dengan memperingatkan masyarakat tentang keberadaan mereka di Kota Palembang layaknya mempromosikan diri. Target operasi mereka sendiri merupakan pengendara yang sedang memainkan handphone.
Dua pelaku terpaksa ditembak bagian kaki karena berusaha melarikan diri, sedangkan dua pelaku lain masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Menurut pelaku Rendi, selama 38 kali beraksi, hasil jambret mereka jual untuk berpesta sabu-sabu.
"Saat beraksi kami ikuti dulu korbannya. Setelah ada kesempatan baru kami rampas hpnya, hasilnya kebanyakan mendapat HP dan korbannya tidak tentu, " Ucap Rendi.
"Hasil dari jambret kami jual ke pasar uangnya untuk sabu, pesta sama teman-teman sinyal untuk membeli baju, kebutuhan sehari-hari. Kami ditangkap saat berpesta sabu," kata Rendi.
Kasubdit III Jatanras Polda Sumsel, Kompol Suryadi mengatakan komplotan ini sudah sangat meresahkan warga Palembang. Bahkan, pelaku-pelaku ini tidak segan melukai korban dan menendang korban saat berada di atas sepeda motor.
"Sejumlah tempat beraksi para pelaku yakni depan Cinde, Atmo, di Sosial dan Basuki Rahmat. Modus para pelaku ini dengan memepet korban," Imbuh Kompol Suryadi.
Menurut Kompol Suryadi, para pelaku ini sebelum beraksi memberi tahu dan "promosi" kepada masyarakat tentang keberadaan mereka sehingga aksinya viral di media sosial.
"Dalam aksinya pelaku ini memberi tau kepada masyarakat 'awas hati-hati buat kalian masyarakat Palembang karena ada kami jambret menggunakan motor N-Max'," kata Suryadi menirukan pesan tersangka.
(Khafid Mardiyansyah)