"Sebagaimana Anda ketahui, Uni Eropa tidak biasa mengambil tindakan tanpa pertimbangan sebelumnya," kata Mamer.
Di Perancis, Wakil Ketua Partai La Republique en Marche pimpinan Presiden Emmanuel Macron, mengatakan kepada radio lokal bahwa ia yakin pernyataan Trump ditujukan bagi warga di dalam negeri, yang dinilai akan mengalihkan opini publik dari kelemahan pemerintah dalam menanggapi virus corona.
Larangan perjalanan yang bersifat sementara itu akan berlangsung selama 30 hari dan dimulai Jumat malam ini (13/3). Larangan itu hanya mencakup warga dari negara anggota zona bebas visa Schengen di Eropa, yang berarti negara-negara bukan anggota seperti Inggris, dikecualikan dari larangan itu. Begitu juga warga Amerika.
Para kritikus mengatakan pengecualian itu merupakan bagian lain dari kebijakan larangan itu. Sebagian analis lainnya mengatakan pengecualian itu semakin memperburuk perpecahan trans-Atlantik yang terjadi sejak Trump menjabat sebagai presiden.
(Rachmat Fahzry)