KUBU RAYA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengeluarkan kebijakan untuk meliburkan aktivitas belajar mengajar di semua sekolah sejak Senin 16 Maret 2020 kemarin. Kebijakan ini sebagai langkah antisipasi pencegahan penyebaran virus corona atau covid-19.
Kebijakan ini juga diterapkan oleh sejumlah kampus perguruan tinggi yang ada di Kota Pontianak. Proses belajar mahasiswa-mahasiswi dialihkan secara online. Karena kebijakan ini, mahasiswa-mahasiswi asal daerah yang tadinya tinggal di kos dekat kampus, memilih pulang kampung.
Baca Juga: Satu Mahasiswa IPB Positif Virus Corona
(foto: Dinas Perhubungan Kubu Raya)
Seperti yang terlihat di Pelabuhan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Selasa (17/3/2020) sore. Kapal-kapal kayu (klotok) jurusan Rasau Jaya, Kubu Raya ke Teluk Batang, Kayong Utara, dipadati penumpang yang sebagian besar adalah mahasiswa.
"Jumlah penumpang meningkat sekitar 90 persen dari hari biasanya. Mayoritas penumpang hari ini mahasiswa yang diliburkan karena dampak virus corona," jelas Arafit, Kepala Keselamatan Pelayaran Angkutan Sungai dan Danau, Dinas Perhubungan Kubu Raya kepada Okezone, Selasa sore.
Hari biasanya, dijelaskan Arafit, hanya ada tiga kapal klotok yang melayani penyeberangan antar kabupaten itu. "Tadi, kapal yang memang ada trayeknya Rasau Jaya-Teluk Batang (pulang pergi) sudah berangkat," tuturnya.
Namun, kata Arafit, melihat kondisi seperti saat ini, maka pihaknya mengizinkan pengadaan kapal cadangan atau tambahan. "Bisa satu kapal, kadang juga dua kapal. Tergantung kebutuhan," kata dia.
Untuk tarif, setiap penumpang kapal yang memiliki trayek dibebani Rp 75 ribu, include asuransi. Namun, karena kondisi membeludak ini, penumpang yang terpaksa menaiki kapal tambahan dibebani biaya Rp100 ribu per orang.
"Ini sifatnya insidentil. Kenapa ada biaya tambahan, karena kapal cadangan tadi hanya berangkat dari Rasau Jaya saja membawa penumpang. Sepulangnya dari Teluk Batang, dia dalam keadaan kosong. Karena bukan trayeknya. Ini kapal tambahan hanya membantu," tuturnya.
Dikatakan Arafit, perlu digarisbawahi dan agar dipahami publik, bahwa tarif kapal tambahan ini memang sedikit lebih mahal karena bersifat insidentil. Dan, sebelum berlayar, semua penumpang sudah diberi penjelasan.
Baca Juga: Pandemi Corona, Gegana Diterjunkan Semprot Disinfektan Polda Jambi dan Bandara Sultan Thaha
"Jadi, jangan lagi ada yang kira ini ajimumpung. Sesungguhnya ini hanya membantu masyarakat yang tadinya tidak dapat kapal, tapi dengan inisiatif ini mereka bisa pulang ke kampung halaman," jelasnya.
Kepada penumpang pun, kata Arafit, selalu diberi imbauan tentang keselamatan berlayar. Agar selalu berhati-hati di atas kapal. "Pemilik kapal juga sudah diimbau agar keselamatan selalu dijadikan hal yang utama. Maka, peralatan keselamatan selalu dan harus disediakan," pungkasnya.
(Fiddy Anggriawan )