BEKASI - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Jawa Barat masih pikir-pikir untuk menerapkan lockdown dalam menghadapi penyebaran virus corona atau Covid-19.
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, masih menunggu perkembangan penyebaran corona di DKI Jakarta. Mengingat, banyak warga Bekasi yang kerja pulang pergi Bekasi - Jakarta.
"Sekarang kita mau memilih ekonomi bagus atau warga kita ini (terkena Covid-19), saya bilang yang kerja di Jakarta (warga Bekasi) kan banyak, berarti saya harus ambil keputusan kalau di DKI tinggi (kasus Covid-19) lebih baik kita tahan," kata pria yang disapa Pepen itu, Kamis (19/3/2020).
Baca Juga: Imbas Corona, Penumpang KRL di Rawa Buntu Tangsel Turun 40 Persen
Sampai saat ini, pihaknya masih merumuskan kebijakan apa yang tepat untuk meredam lalu lintas warganya yang bekerja di Jakarta di tengah wabah virus corona.
"Belum diputuskan (kebijakannya), kalau nge-lock (kunci/isolasi) itu kan semua, ini hanya pegawai karyawan yang punya intensitas di Jakarta dan beresiko tinggi," tuturnya.
Sejauh ini, pihaknya masih terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkair perkembangan virus corona.
"Kalau Jakarta saya masih berusaha menghubungi kepala Dinkes. Saya sudah komunikasi dengan pak sekda provinsi minta dibantu data-data berkenaan dengan perkembangan Covid-19," ujarnya.
Sedangkan, Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, peningkatan kasus virus corona terutama di Jakarta harus disikapi semua pihak termasuk pengusaha dan pekerja.
Baca Juga: Ma'ruf Amin Apresiasi Ijtima Dunia Ditunda Cegah Penyebaran Corona
Bila perkembangan virus corona di DKI Jakarta telah sampai pada tahap yang cukup memprihatinkan, maka ada baiknya pekerja yang rutinitas ke Jakarta harus bekerja di rumah.
"Kalau konstelasinya meningkat kita akan meminta bahwa warga Bekasi itu kemudian tidak harus berangkat ke Jakarta, karena kerja tidak harus berangkat ke kantor atau bisa di rumah," kata dia.
(Arief Setyadi )