Adapun poin penting dalam pembatalan tersebut, kata Ali Yubra, pertama adalah membatalkan kedatangan ulama-ulama dari Bangladesh dan Pakistan yang sudah dilakukan panitia.
"Ulama-ulama dari Bangladesh dan Pakistan mestinya datang tanggal 18 Maret kemarin, tapi kita batalkan," ujarnya, Kamis (19/3/2020).
Selanjutnya, adalah mempercepat proses pemulangan peserta warga negara asing yang tidak ada di medan Ijtima. Sedangkan terhadap WNA yang sudah ada di tempat Ijtima, telah disiapkan tempat khusus untuk mengisolasi agar terpisah dari orang-orang lokal, dan melakukan pengawasan dengan cara menyediakan tenaga medis untuk memantau kesehatan mereka.
"Yang perlu kami sampaikan, jamaah-jamaah asing yang telah hadir di medan Ijtima ini adalah mereka yang sudah berada di Indonesia dua atau tiga bulan yang lalu, yang visanya masih berlaku, sebelum menyebarnya virus corona," tuturnya.
Adapun untuk jamaah lokal, lanjut Ali Yubra, mereka akan dipulangkan secara bertahap secepatnya ke daerah asal mereka masing-masing.