WELLINGTON - Perdana Menteri Selandia Jacinda Ardern mengimbau warga Selandia Baru untuk membantu memerangi pandemi virus crona
Sebelumnya PM Ardern pada Senin, 23 Maret 2020, mengumkan Selandia Baru akan melakukan pembatasan wilayah secara nasional mulai Kamis, 26 Maret 2020.
Di Selandia Baru, kasus Covid-19 mencapai 102 tanpa laporan kematian.
Baca juga: Saran WHO: Kita Perlu Menyerang Virus Corona dengan Taktik Agresif dan Tepat Sasaran
Baca juga: Pemprov DKI Terima Bantuan 100 Ribu Alat Rapid Test dan 50 Ribu Masker
Pemerintah juga sudah memberlakukan isolasi diri untuk semua warganya. Sedangkan semua layanan yang tidak penting, sekolah dan kantor harus ditutup selama satu bulan. Aksi mulai berlaku dari tengah malam pada Rabu, 25 Maret 2020.
PM Ardern mengatakan dalam sebuah wawancara dengan penyiar TVNZ bahwa lockdown memberi kesempatan kepada sekitar 5 juta penduduknya untuk mengalahkan virus.
“Ya, kita bisa. Kita punya jendela dan kita sudah menggunakannya," kata Ardern di TVNZ menyitir Reuters, Selasa (24/3/2020).
"Tetapi saya bertanya kepada semua warga Selandia Baru, rencana ini hanya akan berhasil jika Anda membantu kami. Anda mungkin merasa ulet dan sehat, tetapi ini bukan hanya tentang Anda. Ini tentang semua orang di sekitar Anda," lanjutnya.
"Jika kita semua melakukan ini bersama-sama maka kita bisa melakukan ini."
Selandia Baru pada Selasa mengonfirmasi 40 kasus baru Covid-19. Enam orang kini berada di rumah sakit dan dalam kondisi stabil, kata Direktur Jenderal Kesehatan Ashley Bloomfield dalam konferensi pers.
Pada Selasa pagi, warga Selandia Baru mengosongkan kantor untuk bekerja dari rumah, mahasiswa pindah dari asrama dan kafe terlihat membersihkan persediaan untuk mengantisipasi lockdown.
Di Wellington, Ibu Kota Selandia Baru, layanan feri dari Pulau Utara Selandia Baru ke Pulau Selatan padat karena warga datang tanpa tiket nekat menaiki feri.
"Polisi di Picton memberikan dukungan manajemen lalu lintas di terminal feri di kota itu karena kemacetan yang parah," kata polisi dalam sebuah pernyataan.
(Rachmat Fahzry)