MANILA - Militer Filipina sedang dalam proses mengubah sebuah pulau di Provinsi Basilan menjadi zona karantina sementara untuk menampung warganya yang kembali dari Malaysia karena wabah virus corona (COVID-19). Para pejabat pada Senin (23/3/2020) mengatakan pada bahwa 70 persen pekerjaan transformasi itu telah selesai.
Pulau Sibakel, sebuah pulau tak berpenghuni di bawah yurusdiksi Kotamadya Lantawan di Provinsi Basilan, Filipina Selatan saat ini menjadi rumah bagi lebih dari 100 warga Filipina yang baru kembali dari Sabah, Malaysia. Mereka telah ditolak masuk oleh unit pemerintah setempat karena kekhawatiran akan wabah Covid-19.
"Mereka adalah bagian dari 413 warga Filipina yang tiba dari Sabah di atas dua kapal pribadi pada 17 Maret. Namun, unit pemerintah daerah lainnya menolak mereka masuk karena khawatir mereka mungkin terinfeksi oleh penyakit virus corona," kata Juru Bicara Komando Mindanao Barat (Westmincom), Mayor Arvin John Encinas kepada Arab News.
Dia menambahkan bahwa mayoritas warga yang tidak diizinkan masuk berasal dari Tawi-Tawi, Sulu, dan awalnya bahkan di Basilan.
"Pejabat lokal di Basilan kemudian setuju untuk mengizinkan 282 dari pengungsi yang kembali untuk turun dari kapal karena mereka adalah penduduk provinsi," kata Encinas.
Menyusul perkembangan itu, militer mengusulkan menggunakan pulau Sibakel sebagai area karantina bagi 131 warga Filipina yang masih terdampar di kedua kapal.
"Di bawah proklamasi presiden, kita harus menerimanya, tetapi mereka harus menjalani prosedur karantina," kata Kepala Letkol Westmincom, Letjen Cirilito Sobejana. "Kami mengambil inisiatif untuk mencari pulau untuk tujuan karantina."