Secara garis besar, penggunaan dana tersebut dibagi menjadi dua bagian. Pertama senilai Rp8 miliar lebih untuk belanja barang jasa dan barang habis pakai serta pengadaan belanja modal sarana.
"Kedua, Rp10 miliar untuk belanja tidak terduga," katanya.
Pagu pertama digunakan untuk membeli bahan disinfektan, masker, baju APD lengkap, thermal scanner, wastafel portable, spraycan, dan bilik sterilisasi.
"Juga untuk merehab ruang isolasi di RSUD Meuraxa, serta pemasangan baliho, serta pengadaan spanduk, poster, dan banner informasi bagi masyarakat," ucap Aminullah.