Tingkatkan Kewaspadaan Masyarakat, Pemkot Bandung Ungkap Peta Sebaran Corona

CDB Yudistira, Jurnalis
Senin 30 Maret 2020 11:26 WIB
Ilustrasi. (Foto : Shutterstock)
Share :

BANDUNG – Pusat Informasi Covid-19 (Pusicov) Kota Bandung merilis fitur peta sebaran Covid-19 dan cek mandiri untuk warga di situs covid19.bandung.go.id.

Kedua fitur baru itu bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan warga akan sebaran virus corona (Covid-19).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung, Anton Sunarwibowo mengatakan, kedua fitur itu sebetulnya sudah lama ada di situs tersebut, khususnya fitur peta sebaran. Namun, selama ini baru digunakan untuk internal Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung saja untuk melihat peta sebaran Covid-19.

“Sebetulnya kami sudah menyiapkan peta itu untuk kebutuhan internal. Sudah disiapkan beberapa minggu yang lalu. Namun, untuk pertimbangan kondisi agar tetap kondusif, masih dipakai untuk pimpinan,” ujar Anton, Senin (30/3/2020).

Data tersebut dirilis bertahap kepada publik agar tidak terjadi kepanikan. Kini, setelah kesadaran publik relatif meningkat, Pusicov membuka data sebaran dalam bentuk peta untuk meningkatkan kewaspadaan warga.

“Seiring berjalannya waktu, partisipasi masyarakat menjadi semakin penting. Jadi, gerakan berdiam di rumah harus mulai dipahami dan disadari bukan hanya oleh pihak Pemkot. Mudah-mudahan warga mulai sadar untuk ikut mengurangi penyebaran Covid-19 dengan berdiam diri di rumah,” kata Anton.

Pada peta tersebut, pengunjung situs dapat melihat data orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), dan pasien positif di tiap kecamatan. Ada tiga indikator warna yang diperlihatkan, yaitu biru, kuning, dan merah. Indikator biru menunjukkan hanya ada ODP di wilayah tersebut, kuning berarti sudah ada ODP dan PDP serta indikator merah artinya terdapat pasien positif Covid-19, PDP, dan ODP.

Dilihat dari sebaran titiknya, tampak seluruh kecamatan setidaknya sudah terdapat ODP. Data per 28 Maret 2020, ada 7 titik biru, 13 titik kuning, dan 10 titik merah.

“Seluruh kecamatan sudah ada ODP karena Kota Bandung ini mobilisasi penduduknya cukup tinggi. Belum lagi ada yang mudik dari luar kota. Karena itu, kita selalu mengimbau warga agar jangan bepergian ke mana-mana,” ucap Anton.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya