BANDA ACEH - Pemerintah Aceh memberlakukan jam malam hingga Jumat 29 Mei 2020 sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona atau Covid-19. Namun, kebijakan itu dikritik kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA).
Jam malam yang berlaku mulai pukul 20.30 hingga 05.30 WIB melarang warga beraktivitas di luar rumah. Usaha masyarakat seperti warung kopi, toko, bahkan pedagang asongan tutup.
Baca juga: Cegah Penyebaran Corona, Aceh Berlakukan Jam Malam hingga 29 Mei
Pedagang kecil yang sering megais rezeki di malam hari terutama dengan bermodal gerobak atau lapak-lapak di pinggir-pinggir jalan, kini mulai kehilangan pendapatan bahkan pekerjaan. Ini berdampak serius pada kehidupan ekonomi keluarganya.
Anggota DPRA Teuku Irwan Djohan menyorot kebijakan jam malam disertai penutupan usaha masyarakat yang menurutnya bukan jalan efektif mencegah penyebaran virus corona.
Menurut dia, seharusnya pemerintah Aceh bukan membelakukan jam malam, tapi berani mengambil kebijakan untuk menutup semua jalur masuk ke Aceh dan memberi pengecualian bagi angkutan barang. Kemudian melakukan karantina orang dalam pemantauan (ODP) secara ketat.
“Seluruh pintu masuk ke Aceh, baik dari udara, laut dan darat sudah seharusnya ditutup. Mengingat semua kasus positif Covid-19 di Aceh terjadi pada orang Aceh yang masuk dari luar, seperti Jakarta, Surabaya, Bogor dan Malaysia,” ujar Teuku Irwan Djohan, Rabu ( 1/4/2020 )
Menurut, Irwan yang menjadi akar permasalahan di Aceh saat ini, masih dibukanya jalur tranpostasi baik laut, udara dan darat untuk masuk ke Aceh, hingga Aceh rentan dengan masuknya warga dari luar Aceh yang mungkin membawa Covid-19.
“Untuk menyelesaikan setiap masalah, maka yang harus diatasi adalah akar permasalahannya. Kalau Aceh menerapkan jam malam, meliburkan sekolah, menutup usaha masyarakat dan melarang keramaian, tapi Aceh masih membuka bandara, pelabuhan dan terminal, maka semua kebijakan itu sia-sia.” ujarnya.
“Seandainya kita asumsikan bahwa semua orang yang ada di Aceh ini negatif dari Covid-19. Tapi kemudian masuk orang yang sudah terinfeksi Covid-19, maka penularan akan terus terjadi,” tambah Irwan Djohan.