Pemprov Sumbar Siapkan Insentif untuk Tenaga Medis Tangani Corona

Rus Akbar, Jurnalis
Rabu 01 April 2020 18:10 WIB
Ilustrasi. (Foto : Okezone.com)
Share :

PADANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) menyiapkan insentif untuk tenaga medis yang menangani pasien virus corona (Covid-19). Saat ini, sedang dikoordinasikan mengenai jumlah insentif yang diberikan ke tenaga medis.

“Kita sudah menyiapkan anggaran penanganan virus corona sebanyak Rp200 miliar. Nanti di sana akan kita pakai insentif tersebut. Nanti berapa yang dipakai akan kita koordinasikan denngan rumah sakit, sebab tim medis memiliki waktu bekerja berbeda-beda,” ujar Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, Rabu (1/4/2020).

Pemberian insentif untuk tim medis itu, kata dia, sebagai bentuk kerja para tenaga medis yang ekstra luar biasa.

“Kerja tim medis itu berat, antara hidup dan mati. Bisa jadi mereka ikut terpapar. Tapi, kita berdoa tidak jadi korban tim medis kita. Jadi, perlu juga memberikan gizi untuk mereka,” tuturnya.

Selain memberikan insentif, Pemprov Sumbar juga menyiapkan dua gedung sekolah sebagai tempat istirahat tenaga kesehatan agar mereka tetap fokus menangani pasien corona.

Nasrul mengatakan, dua gedung sekolah sekelas hotel bintang 3 yang disiapkan untuk tenaga medis adalah Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 9 Padang dan SMKN 6 Padang.

“Kebutuhan tenaga medis selama menginap juga disiapkan di sana. Dua gedung tersebut berkapasitas sekitar 60 orang,” katanya, Rabu (1/4/2020).

Untuk SMKN 6 Padang sudah ada terisi beberapa kamar, sementara di SMKN 9 masih kosong. “Kita akan terus koordinasi dengan pihak sekolah, sekaligus memberikan fasilitas lain kepada petugas medis,” ucapnya.

Baca Juga : Rumah Singgah di Sulut Sudah Siap Menampung ODP Corona

Sampai hari ini, ODP di Sumatera Barat mencapai 2.451 (1.971 masih dipantau, 420 sudah selesai pemantauan) dan PDP ada 58 orang (masih dirawat 19 orang dan 39 sudah sembuh). Sementara untuk pasien positif virus corona di Sumbar hari ini bertambah 1 orang sehingga menjadi 12 orang (7 dirawat, 4 isolasi di rumah, dan 1 meninggal dunia).

Baca Juga : Pemberlakuan Jam Malam Covid-19 dan Penutupan Usaha Masyarakat di Aceh Dikritik

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya