Haedar melanjutkan, mereka yang positif Covid-19 juga harus disikapi dengan baik. Jika dikarantina di satu lokasi atau menempuh karantina sendiri di kediamannya maka jangan ditolak warga. Aparat setempat agar dengan bijak memahamkan warga dan jangan ada yang ikut-ikutan menolak.
"Semua pihak diminta berkorban dan menunjukkan keluhuran sikap kemanusiaan dan kebersamaan. Warga yang menolak agar diberi pemahaman, mereka mungkin terlalu panik dan belum mengerti. Peran tokoh dan pemuka agama setempat sangat penting. Semoga setelah diberi pemahaman akan berubah," kata Haedar.
Masyarakat Indonesia, sambung dia, harus menunjukkan jiwa sosial, gotong royong, dan relijius terhadap sesama dalam kondisi seperti ini. Apalagi kepada korban Covid-19 yang meninggal dan keluarganya, semestinya masyarakat dapat berempati dan membantu.
"Sikap berlebihan justru tidak menunjukkan keluhuran budi dan solidaritas sosial yang selama ini jadi kebanggaan bangsa Indonesia. Saatnya bangsa Indonesia bersatu lawan corona," tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)